Rahasia Paes Pengantin Featured

Saturday, 06 June 2015 05:29 Written by 
Rate this item
(1 Vote)

PAES merupakan sebuah riasan pengantin yang memberikan gambaran penegasan riasan. Memang, tradisi pengantin Jawa selalu menggunakan paes dengan bentuk dan warna yang berbeda pada setiap riasan. Rias pengantin  seperti Solo Putri pasti memiliki  paes yang  berbeda dengan riasan paes Solo Basahan.

Nuniek Silalahi M.Pd, pemilik Citraretna Wedding Gallery yang bertempat di Semolowaru Tengah IX/27 Surabaya ini menjelaskan panjang lebar tentang maksud riasan paes.

Nuniek menjelaskan bahwa paesan yang di miliki setiap daerah pasti berbeda. "Pangantin Jawa pasti berbeda paesnya dengan  pengantin  Bali," jelasnya. Paes Solo Putri  memiliki  bentuk bulat tetapi terlukis keluar, warna  hitam dan disebut paes ageng.

Sedangkan paes Bali berbentuk bulat setengah lingkaran dengan dihiasi mahkota dan disebut paes agung. Riasan paes agung ini biasanya dipakai oleh pengantin Bali untuk kasta tertinggi.

sebelum membentuk riasan paes, dahi pengantin akan diukur mulai titik pertemuan alis yaitu pangkal hidung hingga ujung rambut tumbuh sebanyak 6 jari. "Sehingga 3 jari di atas ujung hidung dan 3 jari ke atas rambut," ungkap Nuniek yang sudah mulai belajar merias berumur 22 tahun ini.

Perhitungan ini, tambah Nuniek tidak boleh kurang ataupun lebih. "Kalau riasan paes tersebut tidak 6 jari, wajah pengantin wanita tersebut akan nampak bulat," ungkapnya. Riasan paes memang dibilang agak rumit, dan perlu pengerjaan yang ekstra hati-hati. Perhitungan tersebut ternyata berlaku juga untuk riasan pengantin berbusana muslim.

"Meskipun menggunakan kerudung, hitungan paes tetap 6 jari, sehingga 3 dari pangkal hidung sisanya 3 ke atas yang menggambarkan wanita berjilbab tersebut akan tampak mempesona," tambahnya.

Riasan paes memang selain untuk mempertegas bentuk dahi tetapi juga untuk memberikan riasan pengantin wanita tersebut tampak cantik. "Meskipun make up yang digunakan bagus tetapi dengan paes wajah pengantin akan tampak lebih bersinar dan proporsional," tegasnya.

Nuniek memang mampu merias pengantin dengan gaya daerah manapun, mulai Jawa sampai Eropa. gaya riasan Solo Putri, Solo Basahan Yogya Putri, Yogya Paes Ageng, Sunda Putri, Sunda Siger dan busana muslim telah Nuniek kuasai. Wanita yang menyelesaikan bangku kuliahnya di S2 Universitas Negeri Surabaya dengan Fakultas bahasa dan sastra ini memang wanita yang mengetahui bagaimana merias wajah secara modern dan tradisional.

Riasan pengantin secara modern pasti akan memberi bayangan pada wajahnya utnuk menutupi sisi atau bagian wajah yang kurang menonjol. "Dengan memberi pulasan kosmetik modern seperti alas bedak atau blash on warna tua pada bagian pipi atau hidung yang terlihat tampak gemuk atau pesek," ulasnya. Tetapi riasan tradisional hanya memberikan riasan dahi yang biasa di sebut paes.(*)

Read 674 times Last modified on Saturday, 06 June 2015 05:58